Film Indonesia yang Membuat Tren Baru di Masyarakat

Film tidak hanya memberikan hiburan untuk penontonnya, namun ternyata film memberikan dampak besar secara tidak langsung kepada masyarakat sehingga menciptakan tren ybaru yang akhirnya berkembang dan banyak diikuti oleh sebagian masyarakat.

Tren ini kebanyakan dikonsumi oleh kalangan muda yang lebih banyak ingin mengeksplore sesuatu yang baru. Berikut adalah tren baru yang diikuti masyarakat dalam film Indonesia :

1. Ada Apa Dengan Cinta? (2002) – Busana Anak SMA

Tidak hanya sebagai sebuah karya yang diciptakan oleh Riri Riza dan Mira Lesmana, film Ada Apa dengan Cinta? (AADC) juga memberikan dampak baru kepada masyarakat khususnya pelajar SMA yaitu geng atau kelompok persahabatan, tren cewek rambut panjang tanpa poni seperti Cinta (Dian Sastrowardoyo), dan rok pendek di padukan dengan kaus kaki panjangn serta sneakers warna-warni.

Selain itu juga ada tren memberikan puisi yang diberikan kepada orang yang mereka suka dan ini sangat berkembang pada era 2000-an teknologi belum semaju seperti sekarang.

Tren ini mulai berkembang sejak film AADC mendapatkan banyak perhatian dari masyarakat dengan kesuksesan dua juta orang yang menonton film ini. Film ini menceritakan tentang persahabatan dengan genre drama percintaan.

2. Jomblo (2006) – Istilah Jomlo

Apakah kamu tau awalnya ada istilah jomblo dimasyarakat? Sebenernya, istilah ini sudah ada sejak tahun 1993 di Bandung, ketika seorang pelajar mempopulerkan lewat majalah Hai. Kata Jomblo mengartikan seorang yang belum memiliki pasangan. Kata itu sebenarnya berasal dari bahasa Sunda yang berarti: dagang teu payu-payu (dagang tapi enggak laku-laku).

Istilah jomblo mulai berkembang sejak ada film Jomblo (2006) yang tayang di bioskop, bahkan ada remake-nya pada 2017. Film ini menceritakan tentang empat mahasiswa Bandung yang memiliki keresahannya dan masalah yang sama tentang makna tentang cinta. Hingga saat ini, istilah Jomlo dijadikan kata untuk menyebut seseorang yang belum memiliki pasangan. Sebagai informasi,

3. 5 cm (2012)  Mendaki Gunung

Sejak kemunculan film 5 cm di bioskop, tren mendaki gunung sangat digemari oleh masyarakat khususnya remaja di Indonesia. Gunung Semeru tadinya tidak pernah seramai sebelum adanya film ini, namun setelahnya mendapat begitu banyak perhatian dan banyak yang ingin mendaki di Gunung Semeru.

Tidak hanya berdampak di Gunung Semeru, tetapi juga tempat pendakian lainnya juga ramai dikunjungi masyarakat untuk berwisata. Film yang menceritakan tentang sahabat yang akhirnya berpisah sementara lalu bertemu kembali dengan mendaki gunung bersama ini membuat tren alam yang menyenangkan.

4. Filosofi Kopi (2014)  Kedai Kopi

Sebenarnya kedai kopi bukanlah hal baru di masyarakat, namun sejak adanya film Filosofi Kopi (2014), perkembangan kedai kopi di Indonesia sangat pesat dan signifikan. Sekarang kopi tidak hanya dinikmati orang dewasa, namun juga disukai oleh anak-anak muda.

Banyak orang jadi mendadak suka atau bahkan tiba-tiba jadi kritikus kopi. Sisi lain, kedai kopi makin banyak di buka, kebun-kebun kopi juga kebanjiran orderan. Sementara itu, film Filosofi Kopi sendiri bercerita tentang Ben dan Jody, dua sahabat yang terus bangkit mengelola kedai kopi yang nyaris bangkrut.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Related Posts