Seberapa penting Triangle Sistem untuk sebuah produksi Film, TV, Film Pendek dan Iklan?

man standing on stage holding microphone
Photo by Joseph Redfield on Pexels.com

Triangle sistem atau sistem segitiga yang meliputi Produser, Penulis dan Sutradara dimulai ketika proses development sebuah cerita. Proses ini penting sekali untuk memakai triangle sistem.

Sering sekali kita mendapati apa fungsi triangle sistem? Fungsinya adalah menyatukan visi antara produser dan sutradara juga penulis di satu perspektif yang sama. Dimana Sutradara memang menguasai divisi kreatif, dan produser menguasai aspek teknis dan produksinya, juga penulis yang berperan untuk menyatukan semua itu dengan teknis kepenulisan di bawah satu visi.

Produser tentunya akan memastikan ide-ide cerita yang berada di development akan sesuai dengan visi produser, juga target market dan cara marketingnya semenjak dini, sehingga film akan sampai ke masyarakat yang sesuai dengan target marketnya. Sedangkan sutradara akan memastikan cerita ini memiliki potensi kreatif yang bagus, juga sesuai dengan visi penyutradaraannya baik secara jalan cerita, juga konsep-konsep visual yang akan di buatnya untuk mewujudkan visual dan storytelling yang baik. Sedangkan penulis, pada fase ini harus mampu untuk mewujudkan semuanya dalam ke tulisan dan teknis naskah yang baik, yang mampu di visualkan dengan baik bagi siapapun yang membacanya. Penulis berperan penting untuk menjadi fondasi cerita, dan visi utama dari semua kehendak produser dan sutradara, maka disini penulis mempunyai peran yang sangat krusial sekali.

Kita dapat melihat manfaat triangle sistem yang baik pada film-film yang mempunyai kualitas baik dan penjualan yang baik, dalam artian penjualannya sesuai dengan harapan produser. Ini dikarenakan triangle sistem yang diciptakan pada produksi sesuai atau cocok sekali. Film-film hollywood misalnya, meskipun bukan film kelas A, atau hanya film kelas B jumlah penonton mereka rata-rata melebihi target marketnya. Ini kenapa? dikarenakan market dan kreatif yang baik bertemu sehingga menciptakan film yang terbilang sukses juga.

Lihat juga: Apa itu film kelas A, Kelas B, atau Kelas C disini

Ada tidak film yang sudah dibuat triangle sistemnya dengan baik malah gagal? Tentunya tidak banyak, jikapun ada dikarenakan triangle yang diciptakan tidak pas atau tidak cocok dengan tim tersebut.

Bagaimana cara memastikan bahwa triangle itu sesuai? Faktor utamanya ialah triangle sistem (produser, sutradara, penulis) bekerja dengan sangat lancar baik secara komunikasi dan kerjasamanya. Faktor kedua, ide-ide ini dapat di test lewat “Test market” layaknya sebuah film ketika release First Look tapi belum shooting. Ini tentunya kita dapat melihat animo masyarakat lewat feedback yang terjadi, di komen, email, dan lainnya. Jika ingin lebih dalam lagi untuk melihat apakah ide sudah sesuai dengan market, dapat menggunakan konsultan bisnis dan juga agency periklanan.

Kenapa konsultan bisnis? Rasanya asing sekali mendengar film dikaitkan dengan konsultan bisnis, bagi sebagian orang ide tidak ada kaitannya dengan konsultan bisnis iya kan? Jawabannya sangat berkaitan. Meskipun film adalah seni, namun film adalah bisnis yang begitu menjanjikan dengan profit dan laba yang kadan bisa tinggi sekali di luar target market yang diberikan oleh produser. Oleh karena itu konsultan bisnis begitu di perlukan untuk melihat trend market terhadap topik dan cerita yang akan di garap, juga bagaimana cerita bisa masuk ke dalam trend (meskipun trend tidak mengarah ke ide cerita kamu) semua dapat di konsultasikan juga dilakukan beberapa strategi bisnis untuk ide-ide kamu.

Kesimpulannya, Triangle sistem bukan hanya mempermudah dalam membuat film, juga menyamakan visi dan tentunya juga akan membuat film kamu semakin sesuai dengan marketnya.

Total
6
Shares
Related Posts