Tumbuh di Tengah Pandemi: Profil Indramayu Bikin Film

Pandemi yang berlangsung sejak awal 2020 tidak menyurutkan langkah anak-anak muda untuk tetap berkreasi. Komunitas Indramayu Bikin Film, selanjutnya disingkat IBF, adalah salah satu komunitas yang lahir saat pandemi tepatnya 10 Desember 2020. Nama Indramayu Bikin Film terinspirasi dari salah satu workshop Kinescope yang diikuti oleh salah seorang pendiri IBF pada tahun 2014 di Jakarta, yakni “Bikinfiiilm Short Movie Project Competition”. Beranggotakan sepuluh orang, IBF memiliki visi untuk mewadahi hobi, minat, bakat dan rasa penasaran terhadap dunia film bagi yang berdomisili di Indramayu dan sekitarnya.

Program Indramayu Nonton Besar 1.0

Sepanjang delapan bulan perjalanannya, IBF telah mengadakan program Indramayu Nonton Besar untuk umum sebanyak dua kali pada bulan April dan Juni. Program ini menyuguhkan film-film pendek dari berbagai daerah di Indonesia kepada masyarakat Indramayu. Pada program Indramayu Nonton Besar inilah IBF menayangkan karya perdana mereka yang berjudul Rita dan Kebun Absurd. Khusus internal, IBF merutinkan program nonton dan belajar bersama, setunggal (short) perdana, dan produksi besar.

Proses syuting Rita dan Kebun Absurd

Bikin film itu kayak bikin novel. Penulis butuh banyak baca agar laci kosakata, pengalaman, dan wawasannya luas. Begitu juga film, banyak-banyak nonton biar ‘kosakata’-nya banyak.

Indramayu Bikin Film

Sebagai komunitas baru, tentu ada saja pengalaman menarik yang dihadapi sepanjang kegiatan, seperti kesalahan teknis saat pemutaran film, kekurangan alat saat proses syuting, penundaan rilis film karena musibah kilang minyak yang meledak, dan lain-lain. Meskipun demikian, para anggota tetap fokus berkarya sembari membenahi kekurangan. Setelah memproduksi Rita dan Kebun Absurd sebagai setunggal perdana, IBF sedang mempersiapkan film kedua mereka berjudul Karet Gelang. Trailer Rita dan Kebun Absurd dapat dilihat di bawah ini.

Filmmakers yang berdomisili di Indramayu dapat bergabung dengan IBF secara gratis, lho! Ada tiga departemen dalam komunitas ini, yaitu organisasi, produksi, dan dana usaha. Meskipun belum memiliki ruang sekretariat khusus, hal ini tidak menjadi hambatan berarti sebab pertemuan dapat diadakan di Taman Cimanuk, teras masjid, atau rumah para anggota. Sayangnya, selama PPKM Darurat, kegiatan komunitas IBF sedang vakum untuk menjaga kesehatan dan keselamatan para anggota dan masyarakat. Kegiatan IBF dapat ditengok di Instagram @indramayubikinfilm.

(*) penulis: Adinda Assyfa dan Nadia Almira Sagitta

Total
1
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Related Posts