Profil Kamila Andini, Sutradara yang Menggarap Film Yuni

Kamila Andini adalah sutradara yang juga merupakan anak dari sutradara Garin Nugroho. Ia lahir di Jakarta 6 Mei 1986. Pada bulan maret 2012 silam, ia menikah dengan Ifa Isfansyah yang juga berprofesi sebagai sutradara. Pernikahan yang diadakan pada tanggal 10 maret tersebut menggunakan adat tradisional Yogyakarta.

Kalau pepatah buah tidak jatuh jauh dari pohonnya memang ada, maka Kamila Andini lah buktinya. Mempunyai ayah seorang sutradara memberikan Dini, begitu ia akrab disapa, inspirasi untuk juga menjadi sutradara. Pertama kali menyutradari sebuah film pada tahun 2002, Dini Bright Young Talent Award dalam Mumbai Film Festival di India, tahun 2011 lalu.

Film pertama yang ia arahkan adalah Rahasia Dibalik Cita Rasa pada tahun 2002. Kemudian, ia pun kembali menyutradarai film The Mirror Never Lies yang dibintangi oleh Atiqah Hasiholan dan Reza Rahardian. Ia juga meraih Sutradara Terpuji dalam Festival Film Bandung 2012 yang diadakan di Lapangan Gazibu, Bandung.

Kepeduliannya pada sosial budaya, kesetaraan gender dan isu lingkungan, membuatnya semangat untuk berkarya di dunia perfilman dengan kacamata khas dalam bercerita. Melalui kegigihannya dalam berkarya, ia menerima penghargaan ‘Young Outsanding Alumni’ dari pemerintah Asutralia di Indonesia.

Sebelum terjun ke dunia perfilman, Andini awalnya belajar fotografi saat masih di bangku sekolah menengah pertama. Ia berharap melalui fotografi, Andini dapat menggambarkan kehidupan dan perilaku orang-orang.

Pada saat itu, ia belum tertarik pada sinematografi karena takut akan bekerja di bawah bayang-bayang ayahnya. Ketika duduk di sekolah menengah atas, teman-teman sekelasnya sering kali bertanya pada ayahnya mengenai pembuatan film, pertanyaan yang membuatnya malu karena Andini tidak tahu banyak tentang karya ayahnya. Kemudian, ia mulai terlibat dengan komite film.

Andini mulai bekerja sebagai sutradara. Ia terlibat sebagai pengarah video musik untuk grup band Ungu dan Slank, serta dokumenter mengenai musik dan laut. Pada tahun 2009, ia membantu ayahnya dalam mengarahkan film Generasi Biru tentang band Slank. Ia memulai debut filmnya pada usia 24 tahun.

Film layar lebar pertamanya berjudul The Mirror Never Lies yang tayang pada tahun 2011. Dalam proses produksi film itu memerlukan waktu lebih dari dua tahun untuk penelitian dan dua bulan untuk pembuatan filmnya. Film itu diproduksi bersama dengan World Wide Fund for Nature (WWF) dan diputar di lebih dari 30 festival di seluruh dunia, termasuk Festival Film Internasional Berlinale.

Film tersebut juga diproduksi dengan ayahnya dan Nadine Chandrawinata dengan pemeran Atiqah Hasihola, Reza Rahadian dan Gita Novalista. Bahkan, Andini masuk ke dalam nominasi Sutradara Terbaik di Festival Film Indonesia (IFF) 2011. Di tahun berikutnya, tepatnya Mei 2012, ia mulai menggarap film feature keduanya mengenai anak-anak dan alam.

Pada tahun 2017, filmnya yang berjudul The Seen and the Unseen (Sekala Niskala) menceritakan tentang anak kembar di Bali, salah satunya sedang sekarat. Film tersebut mendapat pujian dari para kritikus dan meraih Penghargaan Fiksi Feature Festival Film Adelaide pada tahun 2019. Film tersebut sudah tayang secara perdana di World Premiere, Festival Film Internasional Toronto 2018.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Related Posts