Tempat berkumpul para Filmmaker. Berbagi Ilmu, Cerita dan Berita

Mengenal Director Treatment

Salah satu hal yang harus dilakukan sebagai sutradara adalah membuat Director’s Treatment. Apa sih Director’s Treatment itu? Pasti banyak dari kalian yang belum pernah mendengar istilah tersebut, ya? Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang Director’s Treatment.

Director Treatment adalah catatan detail yang penting bagi sutradara untuk menginformasikan analisa visual dari seorang director/produser terhadap program yang akan dibuat dan ini bisa menjadi gaya dari sutradara dalam mendeskripsikan sebuah film. Director Treatment harus mampu menggambarkan secara visual terhadap pembaca (setiap departemen kru) dari program yang akan dibuat. Naskah yang sama akan diperlakukan berbeda oleh sutradara yang berbeda, tergantung penafsiran dari masing-masing sutradara yang berbeda. Jadi, treatment merupakan gaya atau konsep penyutaradaraan itu sendiri. Tidak ada pola yang baku dalam pembuatan sebuah treatment. Beberapa sutradara ada yang membuat secara rinci adegan per adegan dalam setiap scene yang akan dibuat. Namun, beberapa sutradara cukup membuat catatan kecil saja. Bahkan sebagian sutradara membuat treatment cukup di “kepala” saja, tanpa menuliskan catatan.

Dalam presentasi catatan ini, kamu sebagai sutradara harus memuat berbagai hal. Lebih lengkap lebih baik karena tentu semakin utuh pemahaman rekan kru di departemen lain, maka semakin mudah pula mereka bekerja untuk merealisasikan visimu. Tulis dan lampirkan referensi visual, bisa berupa gambar potongan adegan dari film lain, bisa foto, lukisan dan sebagainya. Juga kamu perlu melampirkan referensi visimu tentang berbagai unsur. Berikut adalah unsur-unsurnya yang meliputi:

  • Deskripsi singkat program sesuai visi director/produser
  • Konsep Talent
  • Konsep deskripsi karakter
  • Konsep Lokasi
  • Konsep Artistik ( set, kostum, make up )
  • Konsep Kamera
  • Konsep Tata Cahaya
  • Konsep Suara
  • Konsep Musik
  • Konsep Editing dan Grafis

Sutradara harus bisa memberikan pernyataan tentang filmnya. Selain visi visual, rekan kru yang lain juga harus bisa memahami misi dalam film yang akan dibuat bersama. Dalam menceritakan visi, sutradara harus jujur sesuai dengan ide kreatifnya. Sutradara juga memastikan para kru dapat memahami dan punya visi dan misi yang sama. Sebelum melangkah lebih jauh, tentu harus memiliki tujuan yang sama. Oleh karena itulah, director’s treatment menjadi sangat penting untuk dibuat sejak awal.

Bagaimana sih untuk memulai membuat sebuah director’s treatment? Bayangkan saja ketika kamu membaca naskah bayangkan secara visual adegan apa yang akan kamu buat. Misalnya, apakah subjek akan kamu buat bergerak atau diam? Apakah kamu akan membuat pergerakan kamera? Atau bisa jadi kombinasi dua-duanya, kamu akan membuat subjek dan kamera bergerak. Bayangkan dalam pikiran kamu konsep visual apa yang mau ditawarkan pada penonton, bayangkan jika kamu menjadi pemeran dan bayangkan juga sebagai pengamat subjek. Untuk urusan type of shot dan camera movement, sebagai sutradara kamu juga bisa berdiskusi dengan cameraman atau Director of Photography.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts